Bongkar Rahasia Metode Unit Cost yang Relevan di Era JKN

Rumah Sakit Masih Menghitung Biaya, Tetapi Belum Memahami ProfitabilitasBanyak rumah sakit telah memiliki laporan keuangan yang baik. Pendapatan diketahui, biaya tercatat, dan laporan laba rugi dapat disajikan setiap bulan.Namun pertanyaan yang paling penting sering kali belum terjawab:Diagnosis mana yang menghasilkan surplus atau defisit?
DPJP mana yang paling efisien dalam penggunaan sumber daya?
Pasien seperti apa yang paling banyak mengonsumsi biaya?
Unit pelayanan mana yang menjadi sumber pertumbuhan atau kerugian?
Apakah klaim JKN yang diterima sudah mampu menutup biaya riil pelayanan?
Jika pertanyaan tersebut belum dapat dijawab, maka rumah sakit sebenarnya belum memiliki sistem costing yang mendukung pengambilan keputusan.Webinar Eksklusif
BAGAIMANA RUMAH SAKIT BERTAHAN DAN TUMBUH DI ERA JKN?
Bongkar Rahasia Metode Unit Cost yang Sesuai dengan Laporan Keuangan dan Kebutuhan Pelayanan Klinis
Pelajari bagaimana membangun sistem costing yang:✅ Selaras dengan laporan keuangan rumah sakit✅ Dapat dihitung dan diperbarui setiap bulan✅ Menampilkan biaya riil per pasien✅ Menghasilkan laba-rugi per diagnosis✅ Menghasilkan laba-rugi per DPJP✅ Mendukung transparansi klinis dan finansial✅ Mudah diintegrasikan dengan SIMRS dan RMEMengapa Banyak Metode Costing Gagal Digunakan?Banyak rumah sakit pernah mencoba:Unit Cost Manual
Activity Based Costing (ABC)
Time Driven Activity Based Costing (TDABC)
Micro Costing
Secara teori sangat baik.Namun dalam praktik sering menghadapi tantangan:❌ Terlalu rumit❌ Membutuhkan banyak SDM❌ Sulit diperbarui setiap bulan❌ Membutuhkan biaya implementasi tinggi❌ Tidak langsung mendukung evaluasi laba-rugi operasionalAkibatnya, costing hanya menjadi dokumen akreditasi atau laporan proyek yang jarang digunakan dalam manajemen sehari-hari.Apa yang Akan Dipelajari?
1. Membangun Unit Cost yang Praktis dan Berkelanjutan
Bagaimana menghitung biaya langsung riil dan biaya tidak langsung tanpa membebani operasional rumah sakit.2. Menghubungkan Costing dengan Laporan KeuanganMemastikan hasil costing dapat direkonsiliasi dengan:Pendapatan
Biaya operasional
Harga Pokok Pelayanan (HPP)
Surplus dan Defisit Rumah Sakit
3. Menampilkan Rincian Biaya Riil dalam RME
Sehingga DPJP dapat memahami:Biaya obat
Biaya BMHP
Biaya penunjang
Biaya tindakan
Harga Pokok Pelayanan pasien
dan memahami dampak keputusan klinis terhadap biaya pelayanan.4. Menghasilkan Dashboard ProfitabilitasAnalisis hingga:Pasien
Diagnosis
DPJP
Unit Pelayanan
untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.Costing Bukan Sekadar Menghitung BiayaCosting yang baik bukan dibuat untuk memenuhi kebutuhan akreditasi atau laporan semata.Tujuan costing adalah membantu rumah sakit:
Memahami posisi keuangan yang sebenarnya
Mengendalikan biaya operasional
Mengidentifikasi sumber keuntungan dan kerugian
Mendukung transparansi kepada DPJP
Menjaga keberlanjutan finansial
Menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan
Karena pada akhirnya:Laporan keuangan menunjukkan apa yang terjadi. Costing menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi.Dan di era JKN:Rumah sakit yang mampu menghubungkan data klinis, biaya riil, dan laporan keuangan akan memiliki keunggulan dalam mengendalikan biaya sekaligus meningkatkan mutu pelayanan.Narasumber
dr. Muhammad Yassir, Sp.An, M.Ak
Praktisi Manajemen dan Keuangan Rumah SakitPengembang Konsep Clinical Financial Intelligence dan Analisis Profitabilitas Rumah Sakit📅 Jumat, 30 Oktober 2026Daftar Sekarang dan Pelajari Cara Mengubah Data Pelayanan Menjadi Informasi Profitabilitas yang Dapat Digunakan untuk Mengambil Keputusan."Yang tidak dapat diukur, tidak dapat dikendalikan. Yang tidak dapat dikendalikan, sulit untuk diperbaiki."